
Penulis: Mahasiswa UMSU, Muhammad Rais Prayogo S.M.
SUMUT – koranmedan.com
Muhammadiyah adalah organisasi yang merupakan gerakan islam, dakwah, amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, bersumber kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.
Muhammadiyah memiliki tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehinggga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah membutuhkan kader-kader yang mampu menjadi penggerak awal, penerus, dan penyempurna cita-cita Muhammadiyah, sekaligus penstabil, pendorong kemajuan, dan penggerak perjuangannya.
Muhammadiyah berupaya mempersiapkan kader-kader berkualitas dengan karekater pemimpin yang berintegritas dan jujur tentunya memiliki tujuan besar yang nantinya diharapkan dapat membuat perubahan serta kedamaian, yang memperjuangkan keadilan serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan guna membangun kehidupan yang lebih baik dalam jenjang pemerintahan maupun dalam amal usaha muhammadiyah.
Pergerakan kepemimpinan Muhammadiyah tentunya menjadi sebuah amanah besar untuk kader-kader agar tetap menjaga dan menjalankan amal usaha yang telah dibangun sejak awal. Maka dari itu Muhammadiyah melahirkan beberapa ortonom, salah satunya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi yang dibentuk oleh persyarikatan Muhammadiyah yang mendapatkan bimbingan dan pengawasan serta hak dan kewajiban untuk mengelola urusan rumah tangga sendiri, membina warga Muhammadiyah dan dalam bidang-bidang tertentu pula dalam rangka mencapai tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.
IMM bergerak di bidang kemahasiswaan, kemasyarakatan dan keagamaan juga sebagai wadah perjuangan untuk menghimpun, menggerakkan dan membina potensi mahasiswa Islam guna meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa, sehingga tumbuh menjadi kader-kader yang memiliki kerangka berpikir ilmu amaliyah dan amal ilmiah yang selaras dengan kepribadian Muhammadiyah.
Serta semua kegiatan yang dilaksanakan secara bersama dengan menjunjung tinggi musyawarah yang tentunya berlandaskan iman dan taqwa, semata hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki tujuan mulia yaitu, mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. IMM memainkan peran strategis dalam menyebarkan dakwah Muhammadiyah di kalangan mahasiswa baik secara lisan maupun tertulis serta perbuatan.
IMM tidak hanya berfungsi sebagai perpanjangan tangan Muhammadiyah, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa, khususnya mahasiswa Muslim, mengenai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai generasi muda Islam dan bangsa.
IMM berperan dalam membangun pemahaman kritis di kalangan mahasiswa melalui diskusi dan forum kajian yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang kritis terhadap isu-isu keislaman, sosial, dan politik. IMM tetap konsisten dalam menyiapkan kader-kader terbaik untuk pelopor perubahan, dimulai dari kader persyarikatan, kader umat menuju kader bangsa.
Kader bangsa adalah mereka yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang dilatih serta diberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebangsaan agar kelak mampu menjadi pemimpin yang menegakkan keadilan bagi seluruh kalangan. Dalam mencapai tujuan bersama, IMM dapat memanfaatkan spirit kolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat sekitar serta IMM juga dapat memanfaatkan spirit kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi.
IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader- kadr intelektual yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Tentunya juga sebuah organisasi dapat muncul karena adanya kesamaan visi dan misi serta tujuan yang sama dari para individu di dalamnya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui penyelenggaraan program-program pembelajaran yang berkualitas dan relevan.
Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama serta meningkatkan kualitas hidup. Spirit kolaborasi adalah semangat kerja sama yang melibatkan kerja sama, komunikasi efektif, kepercayaan, dan menghormati perbedaan. Kolaborasi tidak hanya terbatas pada individu atau organisasi, tetapi juga melibatkan pihak lain dari berbagai latar belakang. Spirit kolaborasi sangat penting untuk dibangun dan dikembangkan.
Untuk membangun spirit kolaborasi yang kuat, tentunya IMM harus membangun serta menanamkan budaya kerja sama yang kuat pada setiap diri kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Hal itu dapat dicapai dengan banyak cara, seperti melakukan pelatihan, worskshop, pengabdian masyarakat, menjadi panitia suatu kegiatan atau event, serta kegiatan kerja sama lainnya. IMM juga harus memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
IMM juga harus memperhatikan beberapa hal dalam membangun spirit kolaborasi, seperti membangun kepercayaan di antara anggota, menghormati perbedaan pendapat dan kepentingan, meningkatkan komunikasi efektif, dan membangun kesadaran dan partisipasi anggota.
IMM juga harus memperhatikan beberapa tantangan yang mungkin dihadapi, seperti perbedaan pendapat dan kepentingan antar anggota, keterbatasan sumber daya dan fasilitas, juga kurangnya kesadaran dan partisipasi anggota.
Dalam hal ini, IMM memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, guna memperkaya program-program pembelajaran yang ditawarkan. Kolaborasi internal memungkinkan IMM untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh anggotanya secara maksimal.
Misalnya, IMM dapat melibatkan anggota yang memiliki keahlian di bidang tertentu untuk menjadi narasumber atau fasilitator dalam program-program pelatihan. Selain itu, kolaborasi antar bidang atau departemen dalam IMM juga dapat menghasilkan program-program yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Sebagai contoh, bidang kaderisasi dapat bekerja sama dengan bidang keilmuan untuk mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang berbasis pada riset dan analisis ilmiah. Namun, potensi kolaborasi IMM tidak hanya terbatas pada lingkup internal.
IMM juga dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal, seperti organisasi kemahasiswaan lain, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.
Kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan lain, seperti HMI, PMII, PII, KAMMI, SEPMI dan lainnya yang dapat membuka ruang dialog dan pertukaran ide yang konstruktif, serta menghasilkan program-program kolaboratif yang lebih inklusif dan representatif.
Kerja sama dengan lembaga pendidikan, seperti universitas atau sekolah tinggi, dapat memberikan akses kepada IMM untuk memanfaatkan fasilitas, sumber daya manusia, dan pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga tersebut.
Selain itu, kolaborasi dengan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta dapat memberikan dukungan finansial, logistik, dan akses kepada jaringan yang lebih luas. Dengan berkolaborasi, IMM dapat memperkaya program-program pembelajarannya dengan berbagai cara.
Pertama, kolaborasi dapat meningkatkan kualitas program dengan menghadirkan narasumber atau fasilitator yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.
Kedua, kolaborasi dapat memperluas cakupan program dengan menjangkau peserta yang lebih beragam dan berasal dari berbagai latar belakang.
Ketiga, kolaborasi dapat menambah variasi program dengan menawarkan format atau metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Keempat, kolaborasi dapat memperkuat relevansi program dengan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.
Dari kegiatan tersebut kader-kader IMM dapat mengembangkan pribadinya menjadi lebih baik, serta dapat melatih kader-kader untuk membangun kerja sama yang kuat untuk mencapai tujuan bersama.
Kita ibaratkan sebuah sapu lidi, dimana satu lidi akan lebih mudah dipatahkan dibanding dengan lidi yang sudah menjadi sapu akan lebih sulit untuk mematahkannya, juga satu lidi tidak akan menyelesaikan pekerjaan kita dengan cepat dibanding dengan lidi yang sudah menjadi sapu tentunya sangat memudahkan kita dalam menyelesaikan pekerjaan.
Begitu juga dalam suatu organisasi, apabila pekerjaan dilakukan oleh satu orang, akan lebih lama siapnya dibandingkan jika dikerjakan secara bersama-sama dalam sebuah tim dan tentunya juga ada kerja sama yang kuat dalam organisasi tersebut.
Dengan bersatu dan bekerja sama, organisasi dapat mencapai tujuan lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, penting bagi sebuah organisasi untuk membangun rasa kebersamaan, saling mendukung, dan menghargai kontribusi setiap anggota demi mencapai tujuan bersama.
Spirit kolaborasi “IMM untuk semua” berarti bahwa setiap individu atau organisasi dapat bekerja sama dan berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini memerlukan kemampuan untuk berkomunikasi efektif, membangun kepercayaan, dan menghormati perbedaan pendapat dan kepentingan.
Untuk mencapai tujuan serta mengembangkan kemajuan IMM ke arah yang lebih baik, dapat dicapai melalui konsolidasi serta kolaborasi kerja antar tim yang terlibat di dalamnya.
Suatu organisasi dapat berkembang serta mampu bertahan ketika adanya suatu dorongan kinerja dari tim yang solid. Pendekatan yang banyak dilakukan dalam membangun serta mengembangkan organisasi adalah dengan membangun tim yang solid.
Dengan adanya pengembangan tim yang solid akan memiliki dampak yang kuat dalam membangun kinerja organisasi ke arah yang lebih baik. Adanya spirit kolaborasi akan membuat organisasi semakin dapat mencapai kesuksesan dan keunggulan kompetitif.
Pekerjaan berskala besar pada dasarnya membutuhkan tim yang solid yang mampu membangun spirit kolaborasi berdasarkan pemahaman dan komitmen terhadap urgensi kolaborasi dalam mengatasi setiap permasalahan. Dengan demikian, kolaborasi dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, membangun kepercayaan dan kerjasama, serta meningkatkan kreativitas dan inovasi.
IMM memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan program-program pembelajaran yang berkualitas dan relevan melalui spirit kolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.
Dengan memanfaatkan potensi spirit kolaborasi ini secara optimal, IMM dapat meningkatkan kualitas kader-kadernya dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara. Spirit kolaborasi ini harus terus dipupuk dan ditingkatkan agar IMM dapat menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan zaman. (*)
