Rico Waas Kunjungi Mal Pelayanan Publik, Baru 5 Menit Pelayanan Online KTP Dibuka, Langsung Habis
MEDAN: koranmedan.com
Pagi itu, Rabu (12/3/2025), sejumlah pegawai di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Iskandar Muda sontak terkejut. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tiba-tiba datang menyambangi gedung yang dulunya bekas Ramayana Plaza itu.
Kedatangan Rico Waas untuk melihat pelayanan yang diberikan MPP kepada masyarakat. Sebab, MPP dihadirkan untuk menjadi pusat layanan terpadu, mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik hanya dalam satu lokasi.
Di MPP saat ini diisi 26 Organisasi Penyelenggara Pelayanan Publik (OPPP) dengan 47 layanan perizinan dan 66 layanan non perizinan. Wali Kota Rico, ingin memastikan apakah pelayanan yang diberikan benar-benar mempermudah dan memuaskan masyarakat.
Dalam sidak yang dilakukan tersebut, Rico Waas melihat proses pelayanan yang diberikan mulai dari pintu masuk, tempat pendaftaran hingga warga yang datang berurusan mendatangi tempat-tempat pelayanan yang dituju.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Nurbaiti Harahap yang mengelola MPP mendampingi Rico Waas saat melakukan sidak tersebut. Beberapa kali pria berkacamata alumni Bina Nusantara University jurusan Desain Komunikasi Visual terlihat bertanya kepada Nurbaiti.
Usai sidak, Rico Waas mengatakan, kedatangannya ke MPP bukan sidak. “Ini bukan sidak, saya hanya mengunjungi. Saya ingin mengetahui kembali apa fasilitas yang dimiliki MPP karena beberapa kali kami mendapat laporan, terutama tentang pengurusan KTP,” kata Rico Waas.
Diungkapkan Rico Waas, blangko KTP sampai saat ini masih terbatas. Meski demikian yang mengundang keheranan Rico Waas, tidak sedikit warga yang mendaftar untuk mengurus KTP secara online selalu penuh. “Masyarakat komplain, selalu penuh dan habis,” jelasnya.
Terkait itu, Rico Waas tengah berupaya mencari solusi sehingga pengurusan KTP secara online bisa kembali terlayani secara proporsional. Sebab, baru saja pendaftaran untuk pengurusan KTP dibuka langsung penuh. “Mendapat blangko KTP itu sudah kayak ‘perang’,” ungkapnya.
Kondisi itu, kata Rico Waas, dibenarkan Kadis PMPTSP. “Lima menit pembukaan dari pelayanan online KTP langsung habis. Jadi, jam delapan kurang lima, masyarakat sudah datang dan bersiap-siap menunggu dibukanya pelayanan online KTP tersebut,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, Rico Waas akan mencoba menyelesaikannya. “Kami akan mencoba bagaimana pembagian blangko KTP dapat dilakukan secara proporsional. Kami akan berusaha terus agar blangko KTP selalu tersedia,” jelasnya.*** (Ril/Zulmar)
