Warga Desa Pekan Gebang Dapat Sosialisasi Penguatan Gizi dari DPR-RI dan BGN

LANGKAT: koranmedan.com
Desa Pekan Gebang menjadi pilihan berikutnya dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengatasi stunting dan malnutirisi di masyarakat.
Kegiatan sosialisasi MBG kali ini bertempat di Desa Pekan Gebang, Gebang, Langkat pada Rabu (11/6/2025). Acara yang dimulai pada pukul 14.00 WIB itu diikuti sekitar 300-an peserta yang merupakan warga setempat.
Acara sosialisasi program MBG dihadiri Anggota Komisi IX DPR-RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Dedi Suprijadi, dan Plt. Camat Gebang Kab. Langkat Sumatera Utara, M. Iskandarsyah.
Anggota Komisi IX DPR-RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu, menekankan bahwa perhatian terhadap gizi kesehatan anak-anak dan ibu hamil menjadi sangat penting untuk memastikan perkembangan yang sehat dan optimal.
“Anggota DPR RI Delia Pratiwi Br Sitepu menyatakan, kehadiran Badan Gizi Nasional sangat membantu dalam menangani masalah gizi buruk, khususnya di Sumatera Utara karena sosialisasi ini baru pertama kali diadakan di daerah Langkat,” tutur Delia Pratiwi dalam keterangan tertulis yang diterima Koranmedan.com, Jumat (13/6/2025).
Delia juga mengungkapkan, kolaborasi antara BGN dan DPR sangat penting dilakukan untuk mempercepat proses pengentasan masalah gizi buruk melalui pendekatan bertahap.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya yang sedang dijalankan dengan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, sebagai langkah awal dalam meningkatkan kualitas gizi.
Mitra kerja DPR-RI, BGN menekankan bahwa modal manusia yang berkualitas merupakan aspek krusial dalam mencapai kemajuan bangsa. Tenaga Ahli BGN, Dedi Suprijadi menyatakan, memastikan gizi yang baik bagi setiap lapisan masyarakat adalah langkah fundamental menuju “Indonesia Emas 2045,” yang akan membentuk sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.
“Kolaborasi dalam penanggulangan masalah gizi menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, dalam menangani masalah gizi buruk secara efektif dan menyeluruh,” jelas Dedi.
Kualitas gizi yang baik menjadi fondasi dalam membangun kemajuan bangsa. BGN menggarisbawahi bahwa pemberian gizi yang baik adalah fondasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, yang pada gilirannya akan mendorong kemajuan bangsa.
“BGN juga menekankan perlunya tindakan konkret dalam penanganan masalah gizi, seperti melalui program-program yang memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memperoleh makanan bergizi dan mendukung perbaikan status gizi di seluruh Indonesia,” tambah Dedi.
Hasil yang ingin dicapai melalui kolaborasi antara BGN dan DPR adalah peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk secara bertahap dengan pemberian makanan bergizi gratis, serta menciptakan perubahan pola pikir masyarakat mengenai gizi sehat.
Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya Indonesia Emas 2045 dengan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas, yang akan membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.*** (Ril/War)
