Proliga 2026 Seri II: Medan Falcons Siap Tampil di Hadapan Publik Sendiri

DELISERDANG: koranmedan.com
Tim putra-putri Medan Falcons bersiap melakoni dua laga kandang penting di Proliga 2026 seri II. Bertindak sebagai tuan rumah, tim putri Medan Falcons akan menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada Jumat (16/1/2026) pukul 16.00 WIB di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Deliserdang.
Selanjutnya, pada Minggu (18/1/2026), Medan Falcons kembali tampil di hadapan publik sendiri melawan Jakarta Electric PLN Mobile pukul 19.00 WIB di venue yang sama.
Kemenangan menjadi harga mati bagi tim putri Medan Falcons demi menjaga peluang menembus papan atas klasemen. Hasil positif saat menghadapi Jakarta Pertamina Enduro dan laga-laga berikutnya, termasuk saat berhadapan dengan Bandung BJB Tandamata, dinilai krusial untuk memperbaiki posisi tim.
Hal tersebut disampaikan perwakilan Medan Falcons, Rinaldi Asbarinsyah, dalam temu pers jelang pertandingan yang digelar Rabu (14/1/2026) sore di Wing Convention, Wing Hotel Kualanamu, Deli Serdang.
“Berdasarkan pengalaman kita di Pontianak, banyak yang harus diperbaiki. Dari situ sejauh ini kita akan coba meningkatkan kemampuan-kemampuan pemain dan komunikasi antar pemain. Jadi saat nanti berhadapan dengan tim-tim di Medan, kita menjadi lebih percaya diri,” ujar Rinaldi.
Ia juga menegaskan komitmen klub dalam pembinaan pemain muda lokal melalui Akademi Falcons.
“Pemain lokal sejauh ini belum, tapi kita punya Akademi Falcon. Akademi itu hampir semuanya pemain lokal, ada juga dari Batam. Ini memang pemain-pemain muda yang menurut kami potensial dan ke depan bisa menggantikan senior-seniornya untuk membela tim voli Falcon atau kompetisi lainnya,” katanya.
Menurut Rinaldi, kualitas dasar para pemain muda Falcons cukup menjanjikan, terlebih ditunjang dengan jajaran pelatih berpengalaman internasional.
“Secara kemampuan, yang muda-muda ini basic-nya bagus. Kita juga punya pelatih yang punya pengalaman internasional dan bisa mengembangkan kemampuan dari pemain tersebut. Kombinasi antara junior dan senior ini salah satu kelebihan Falcon. Senior membawa tim, junior membantu dari belakang,” jelasnya.
Adaptasi pemain asing Falcons Medan pun disebut berjalan sangat baik. Tim ini diperkuat pemain asing asal Filipina dan Vietnam.
“Adaptasi pemain asing sangat bagus. Dari Filipina dan Vietnam, begitu masuk tidak ada masalah berbaur dengan pemain. Di lapangan mereka sudah punya skill dan menyesuaikan dengan cepat,” tambah Rinaldi.
Sementara itu, perwakilan Medan Falcons lainnya, Shahnaz A, menyebut kesiapan tim putri terus dimatangkan jelang laga kandang.
“Kesiapan tim putri masih terus berlatih. Tim saat ini latihan di GOR bola voli indoor Optimal. Coach Marcos Sugiyama (Brasil) terus memberikan arahan terbaik, dan tim manajemen berharap pada hari H, Jumat nanti, tim bisa tampil lebih maksimal dibanding pertandingan sebelumnya,” ujar Shahnaz.
Ia juga mengakui persaingan Proliga 2026 sangat ketat dengan sejumlah tim kuat. “Kalau dilihat dari statistik, tim yang paling kuat itu Popsivo (Jakarta Popsivo Polwan) dan Gresik Petrokimia. Kita masih butuh tambahan untuk naik ke peringkat atas,” katanya.
Meski demikian, Shahnaz optimistis dengan proses yang dijalani tim, termasuk adaptasi pemain dengan atmosfer voli di Sumatera Utara.
“Pemain di lapangan sudah cukup puas untuk berlatih, walaupun memang ada beberapa yang harus diperbaiki. Insya Allah bisa menyatu dengan Medan, karena kita lihat penonton saat tarkam luar biasa. Penonton voli di Sumatera Utara ini banyak, bukan cuma di sekitar Medan atau Deli Serdang, tapi juga di Binjai, Asahan, dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Sementara tim putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi bertekad bangkit dan menyapu bersih dua laga kandang setelah melakukan sejumlah kesalahan pada laga seri I. Bertindak sebagai tuan rumah, Falcons menargetkan kemenangan saat menghadapi Jakarta Garuda Jaya dan Surabaya Samator demi membuka jalan menuju babak final four.
Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengakui kekalahan dari Bhayangkara pada laga pembuka di Pontianak menjadi pelajaran berharga bagi tim.
“Kami memang kemarin di Pontianak kalah dari Bhayangkara. Dari pertandingan itu kami banyak belajar. Sekarang kami menjadi tuan rumah, kami berharap doa dan dukungan bisa menaikkan semangat serta mental teman-teman atlet agar bisa melancarkan jalan kami masuk ke final four,” ujarnya.
Tim putra Medan Falcons dijadwalkan menjalani dua laga krusial menghadapi Jakarta Garuda Jaya pada Kamis (15/1/2026) pukul 16.00 WIB dan Surabaya Samator pada Sabtu (17/1/2026) pukul 19.00 WIB. Kedua pertandingan tersebut dinilai sangat menentukan posisi tim di klasemen.
“Di dua laga ini kami melawan Jakarta Garuda Jaya dan Surabaya Samator. Kami wajib menang. Bermain di kandang sendiri, sebisa mungkin kami harus memanfaatkan situasi dan kondisi sebagai tuan rumah. Targetnya jelas, wajib menang,” tegasnya.
Hasil evaluasi internal menunjukkan sektor pertahanan menjadi titik lemah Falcons pada laga sebelumnya. Untuk itu, intensitas latihan difokuskan pada pembenahan sistem bertahan.
“Yang menjadi evaluasi utama saat kami kalah adalah pertahanan. Jadi sejak masuk Medan, porsi latihan kami perbanyak di pertahanan, terutama koordinasi antara blok dan defense,” jelas Ariyanto.
Dari sisi kekuatan lawan, Falcons menilai secara kualitas dan pengalaman masih berada di atas Jakarta Garuda Jaya dan Surabaya Samator.
“Kalau bicara kekuatan, terutama melawan Garuda Jaya, kami masih di atas. Dengan pengalaman yang kami miliki, mudah-mudahan kami bisa benar-benar menampilkan permainan terbaik. Begitu juga melawan Samator, secara kualitas dan pengalaman kami masih lebih unggul,” katanya optimistis.
Selain pertahanan, sektor servis juga menjadi perhatian serius tim pelatih dan manajemen. Manajer Nunu Aminullah,mengatakan, sektor servis juga menjadi perhatian.
“Pertahanan dan blok harus diperbaiki, tapi servis juga perlu dievaluasi. Di pertandingan sebelumnya, banyak servis yang terbuang dan itu memberikan banyak angka untuk Bhayangkara,” ungkapnya mendampingi Ariyanto.
Menutup pernyataannya, manajer Medan Falcons berharap dukungan penuh dari masyarakat Medan dan Sumatera Utara dapat menjadi energi tambahan bagi tim.
“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Medan dan Sumatera Utara. Mudah-mudahan penonton yang hadir bisa seperti di Pontianak, yang pendukungnya luar biasa banyak. Kami berharap laga Medan Falcons bisa dipadati penonton yang datang langsung memberikan dukungan,” pungkasnya.
Dengan status tuan rumah dan dukungan publik sendiri, tim putra-putri Medan Falcons siap tampil habis-habisan demi menjaga asa melangkah ke babak final four Proliga 2026. Dengan begitu, kehadiran penonton dari seluruh penjuru Sumut diharapkan untuk mengawal asa tim Proliga mewakili Sumut ini di pentas tertinggi voli tanah air.*** (War)