Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sutan Tolang Lubis dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Timur Tumanggor melakukan Konferensi Pers terkait upaya Pemprov Sumut dalam meningkatkan pendapatan daerah. Konferensi Pers difasilitasi Dinas Kominfo Sumut berlangsung di Anjungan Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro 30 Medan, Rabu (29/4/2026).
Realisasi PAD Sumut Lampaui 26%, Pemprov Sumut Optimis Target Tahunan Tercapai
MEDAN: koranmedan.id
Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut saat ini sudah menunjukkan tren positif. Hal ini dapat dilihat dari realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sudah melampaui 26% yang menunjukkan sinyal positif terhadap perekonomian daerah.
“Realisasi penerimaan PAD di sektor pajak daerah menunjukkan posisi yang baik, dari target pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp6,2 triliun, sudah tercapai Rp1,6 triliun atau 26,09%,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, Sutan Tolang Lubis dalam Konferensi Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, di Anjungan Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (29/4/2026).
Penerimaan PAD tersebut dijelaskannya, berasal dari tujuh penerimaan pajak daerah. Pertama dari penerimaan pajak kendaraan bermotor yakni dari target tahun 2026 sebesar Rp1,8 triliun sudah realisasi Rp415 miliar atau 22,92%.
Penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) target Rp1 triliun lebih terealisasi Rp261 miliar atau 23,88%. Penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor dari target Rp1,8 triliun, realisasi Rp522 miliar atau 28,97%. Pajak air permukaan dari target Rp147 miliar, realisasi Rp43 miliar atau 29,23%.
Selanjutnya, pajak rokok dari target Rp1,3 triliun realisasi Rp384 miliar atau 27,97%. Pajak alat berat target Rp1,2 miliar realisasi 1,05% kemudian opsen pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) target Rp3,5 miliar realisasi Rp661 juta atau 18,55%.
“Kami optimis dapat mencapai target tahunan dan mudah-mudahan kita bisa mencapainya. Mari kita dukung bersama,” kata Sutan.
Bapenda Sumut terus berupaya untuk meningkatkan penerimaan PAD dengan melakukan berbagai program, di antaranya merencanakan kegiatan Gebyar Pajak tahun 2026, melakukan koordinasi dengan Satlantas, Jasa Raharja, Bapenda kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan supaya taat membayar pajak.
“Kita juga membuat program Samsat malam di beberapa lokasi, program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak,” kata Sutan.
Sementara Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Timur Tumanggor menyebutkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui pengelolaan aset-aset daerah.
Disebutkan, berdasarkan data terbaru per April 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tengah fokus mengoptimalkan 113 hingga 114 aset daerah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal (aset idle). Atau ada 3.000-an persil.
Pemetaan Aset Idle: Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut telah menginventarisasi 113 aset yang belum optimal pemanfaatannya di tahun 2026.
Optimalisasi dan Inovasi: Sebanyak 114 aset (termasuk aset idle dan aset lainnya) dikelola secara maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi digital dan pembiayaan kreatif (creative financing).
Langkah ini, kata Timur, bertujuan untuk memperkuat tata kelola aset daerah secara berkelanjutan, mempercepat sertifikasi tanah, dan menyelesaikan aset-aset bermasalah.
Capaian PAD: Pada triwulan I 2026, Pemprov Sumut telah mencatatkan capaian PAD dari pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp560 juta lebih.
Pengelolaan ini dipimpin oleh BKAD Sumut untuk memastikan seluruh aset daerah memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah. Ditargetkan di 2026 memperoleh triliunan rupiah. .*** (Zulmar)
