Sabar yang Indah Solusi yang Diterapkan para Sahabat Nabi Muhammad SAW
MEDAN: koranmedan.id
Sabar biasa: Menahan diri agar tidak marah, namun mungkin masih ada ganjalan di hati atau sedikit keluhan kepada sesama manusia. Sementara Sabar yang indah (Sabrun Jamil): Menahan diri dengan penuh keikhlasan dan keanggunan, sehingga tidak ada bedanya sikapnya saat senang maupun susah di mata manusia.
Mengadu hanya kepada Allah sebagaimana dilakukan Nabi Yakub AS yang berkata: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan hatiku” (QS. Yusuf: 86).
Terkait itu hindari mengumbar kesedihan di media sosial atau kepada orang yang tidak bisa memberi solusi. Hal ini dilakukan untuk menjaga prasangka baik (Husnuzan) kepada Allah. Sesungguhnya
tetaplah yakin bahwa Allah mendengarkan dan memiliki rencana terbaik di balik setiap ujian yang diberikan.
Saat mengadu kepada Allah mulailah dengan Pujian dan Sholawat Nabi. Kemudian sampaikan bahwa kita hanyalah hamba yang lemah dan fakir yang sangat membutuhkan pertolongan. Contoh Nabi Yunus AS saat berada di perut ikan senantiasa berdo’a kepada Allah.
Tak lupa Memilih Waktu Mustajab.
Curahkan isi hati di waktu-waktu spesial, seperti saat sujud terakhir Shalat dalam hati, di sepertiga malam terakhir (Tahajud), atau antara azan dan iqomah.
Hal yang juga sangat penting dilakukan tetap melaksanakan kewajiban. Jangan sampai kesedihan membuat kita lalai beribadah. Justru jadikan shalat dan sabar sebagai penolong utama.
