Foto kenangan Tuan Guru Syekh Haji Maksum Siregar Pendiri Rumah Suluk Latihan Rohani Jl. Alfalah Medan Johor
Sosok Tuan Guru Syekh Haji Maksum Siregar Pendiri Rumah Suluk Latihan Rohani Jl. Alfalah Medan Johor
MEDAN: koranmedan.id
Almarhum Tuan Guru Syekh Haji Maksum Siregar Pendiri Rumah Suluk Latihan Rohani Jl. Alfalah Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Kota Medan Sumatera Utara adalah anak bumi putera kelahiran Angkola Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Beliau anak paling bungsu Asy Syeikh Abdul Rahman Siregar dari 4 orang bersaudara.
Almarhum lahir di Sipirok tahun 1903. Ketika berumur 8 tahun Maksum di sekolahkan di Sipirok sambil belajar mengaji. Sekolah tempat beliau belajar bernama Sekolah Melayu selama 5 tahun. Setelah tamat atau berusia 13 tahun melanjutkan belajar Al Qur’an selama 2 tahun di rumahnya sendiri di bawah didikan ayah dan ibunya.
Setelah berumur 16 tahun atau sekitar tahun 1921, Maksum beranjak meninggalkan Sipirok menuju Besilam Tanjungpura Langkat. Di Babussalam Besilam inilah Maksum melanjutkan pengajian Al Qur’an sembari menggali Ilmu Fiqih, Faraid, Tauhid, dan lain-lain.
Tidak ketinggalan Maksum juga menggali ilmu kebathinan berupa Thariqat Naqsabandiyah Kholidiyah yang dibimbing langsung Syeikh Abdul Wahab Rokan (Almarhum).
Di Besilam Langkat, Maksum belajar ilmu agama hingga tahun 1928 atau sekitar 7 tahun. Berkehendak untuk terus belajar, Maksum kemudian berangkat ke Negeri Kedah Malaysia. Belajar dengan Guru di Kedah selama 1 tahun, Maksum kembali ke Besilam Langkat dan terus mendalami ilmu selama 2 tahun.
Sekitar tahun 1931, Maksum pulang kampung ke Sipirok. Tidak lama kemudian atau hanya lebih kurang 6 bulan terbersit keinginan belajar lebih tinggi ke Tanah Suci Mekah. Niat tersebut mendapat dukungan dari ayah bunda beserta sanak famili.
Tiga tahun (1931-1932) belajar di Mekah, Maksum tidak lupa mengerjakan Ibadah Haji dan Umroh. Oleh Gurunya atau Syeikh di Mekah beliau diberi gelar Haji Muhammad Maksum Siregar.
Kembali ke kampung halaman Sipirok, Maksum membuka Madrasah pengajian untuk anak-anak dan orang-orang tua. Ada sekitar 40 orang anak muda rutin belajar kepadanya. Dua tahun kemudian Maksum mendapat jodoh bernama Siti Aman, puteri Tuan Syeikh Abdullah Umar Ritonga dari Padangsidempuan.
Sesudah beliau berumah tangga, karier mengajar Maksum bertambah maju baik keberadaan Sekolah Madrasah maupun tabligh pengajian yang diadakan di kediamannya bertambah banyak peminatnya.
Selain itu, Maksum juga mengadakan pengajian dan kuliah agama keluar Sipirok di antaranya Kota Padangsidempuan. Namanya pun semakin masyhur. Banyak orang simpati kepadanya karena keaktifannya menyiarkan Islam dengan tulus ikhlas semata mengharap Ridha Allah. Beliau mengajarkan segala bidang Ilmu Agama termasuk Ilmu Tasawuf (Thariqat).
Berselang beberapa tahun kemudian sekitar 1941/1942, Maksum dipanggil Tuan Syeikh Prof. Dr. Jalaluddin yang juga Ketua Persatuan Pengamal Thariqat Indonesia (PPTI) di Bukittinggi untuk mendalami Ilmu Tasawuf dan cara menyiarkannya. Maksum juga ikut membahas masalah itu dalam Konferensi pertama PPTI di Bukittinggi sekaligus menobatkan beliau sebagai Pengurus PPTI Cabang Kota Padangsidempuan di mana kemudian menjadi tempat Konferensi PPTI kedua tahun 1943/1944.
Selanjutnya Maksum Siregar bersama Asy Syeikh Abdul Kadir pernah diutus ke Kalimantan untuk menyebarluaskan Ilmu Tasawuf dan berada di Kalimantan selama 2 tahun.
Disamping aktif berdakwah, Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar juga turut dalam pergerakan menentang penjajahan Belanda dalam Kesatuan Hisbullah. Kemudian pindah ke Brigade Banteng pimpinan Pak Bejo dan Manaf Lubis dengan pangkat Letnan Dua (1947-1948).
Di tengah perjuangan pergerakan menentang penjajahan Belanda tersebut Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar memutuskan menetap bersama keluarga di Kota Medan dengan membangun rumah di lahan kosong Jl. Alfalah Lingkungan VI Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor tepat di pertapakan lahan Masjid Al Maksum sekarang (dahulu bernama Desa Maju Kecamatan Delitua Kabupaten Deliserdang) sekitar tahun 1950-an.
Di atas lahan tersebut, selain membangun rumah tinggal, Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar juga mendirikan Yayasan Pondok Suluk Latihan Rohani untuk orang-orang dewasa. Jumlah muridnya ketika itu sekitar 80 orang, dan lain lagi yang di luar Kota Medan seperti Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran-Tanjungbalai serta tempat-tempat lainnya di mana beliau juga mengajar.
Sekali-sekali Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar juga pulang ke Tapanuli Selatan untuk melihat murid-murid terdahulu. Sekitar tahun 1954/1955 beliau tiap 6 bulan sekali juga mengajarkan Thariqat ke Ibukota Jakarta.
Disamping terus aktif sebagai Pengurus PPTI, beliau juga pernah mengikuti Muktamar GUPPI pada tahun 1975 di Surabaya sebagai peserta. Setahun kemudian (1976) kembali berangkat ke Tanah Suci Mekah bersama istri dan menantu.
Tahun 1977 Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar aktif mengikuti Sidang Pleno Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara. Demikian pula di tahun 1978-1979 beliau sebagai Angota MUI aktif mengikuti rapat Penyusunan Konsep Zakat (Lembaga Zakat Sumut).
Dengan takdir Allah SWT pada hari Selasa 22 Juli 1980 bersamaan tanggal 9 Ramadhan 1400 Hijriyah sekitar pukul 16.30 WIB berpulang ke Rahmatullah akibat kecelakaan lalulintas. Jasadnya dimakamkan di pekuburan Muslim Jl. STM Medan Johor.
Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar adalah seorang ulama kharismatik Thariqat Naqsabandiyah dan pendiri Organisasi Islam Aljamiyatul Washliyah bersama Syekh Haji Bahrum Djamil Nasution yang juga pendiri Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Beliau mempunyai ribuan murid Thariqat yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Utara dan Nusantara. Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar meninggalkan seorang istri dan lima (5) orang anak masing-masing bernama Hj. Nurlena Siregar, Harun Al Rasyid (alm), Arjun Siregar, Mansyur Siregar, dan Sutan Djalaluddin Siregar, SH.
Kisah dari sosok Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar pendiri Yayasan Rumah Suluk Latihan Rohani Jl. Alfalah Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Kota Medan ini secara khusus dituturkan Mursyid Rumah Suluk Latihan Rohani Khalifah Sutan Djalaluddin Siregar, SH kepada Koranmedan.id di Medan, Sabtu 18 April 2026.
Khalifah Sutan Djalaluddin Siregar, SH anak kelima Tuan Guru Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar.
Ditambahkan Sutan Djalaluddin Siregar, SH selaku ahli waris atau anak kelima dari Tuan Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar, ke depan sangat berharap agar cucunya bernama Abdul Hafifuddin dan Fauzi Akillah Putra dapat melanjutkan cita-cita buyutnya untuk terus menghidupkan Rumah Suluk Latihan Rohani di Lingkungan VI Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Kota Medan.
Apalagi kedua cucu ini yakni Abdul Hafifuddin dan Fauzi Akillah Putra kini sedang nendalami Ilmu Agama. Khusus Abdul Hafifuddin yang juga seorang Hafiz Qur’an sedang menuntut ilmu di Universitas negara Turki. Sementara Fauzi Akillah Putra aktif sebagai pendakwah muda dan berencana melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Islam di Sumatera Utara.
Abdul Hafifuddin merupakan putra tertua dari pasangan Siti Fatimah SE dan Ruslan. Atoknya bernama Syekh Haji
Baharuddin.Said asal Besilam Langkat. Sedangkan Fauzi Akillah Putra merupakan anak dari Sri Mahyuni binti Harun Al Rasyid Siregar.
“Kedua buyut Tuan Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar ini Insha Allah menjadi Cikal Bakal untuk meneruskan perjuangan Tuan Guru Syekh Haji Muhammad Maksum Siregar kelak,” ungkap Sutan Djalaluddin Siregar, SH menutup percakapan dengan Koranmedan.id.*** (Zulmar)

Abdul Hafifuddin (kiri) dan Fauzi Akillah Putra (kanan)
