Dinas P3AP2AKB Dairi
Sosialisasi Terkait Perlindungan Anak.
SIDIKALANG: koranmedan.id
Seiring dengan munculnya informasi di media sosial maupun media cetak dan elektronik, banyak kasus kekerasan dan kriminal yang melibatkan anak di bawah usia 18 tahun. Di mana anak yang terlibat dalam kasus tersebut tidak hanya menjadi korban namun yang membuat miris, anak-anak bahkan menjadi pelaku tindak kekerasan maupun pelanggaran hukum tersebut.
Terkait itu Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dam Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan sosialisasi terkait perlindungan anak.
Puluhan peserta dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi “stop kekerasan terhadap anak’ yang diselenggarakan di pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) Kabupaten Dairi, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak 18-20 Mei 2026 dengan menghadirkan narasumber dari pihak Polres Dairi serta dari Departemen Agama.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2AKB) dr. Nitawati Sitohang menjelaskan, salah satu kekerasan yang sering terjadi kepada anak adalah kekerasan verbal yang tidak terlihat tapii dapat dirasakan. Ini bisa merusak mental dan pengaruh besar untuk masa depan anak.
Ada beberapa jenis kekerasan pada anak yang wajib diketahui oleh para orang tua dan tenaga pendidik , sehingga dengan adanya pengetahuan tersebut maka kekerasan anak dapat di cegah.
Kekerasan terhadap anak seperti kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan verbal. Ini harus semua kita pahami selaku orang tua sebagai lingkungan awal dan tenaga pendidik di sekolah sebagai lingkungan bersosialisasi anak.
“Kita sebagai orang tua harus mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak kita untuk tidak melakukan tindakan kekerasan verbal atau verbal bulying,” ucap Nitawati
dr. Nitawati berharap kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk memberi dukungan pikiran untuk masa depan anak-anak di kabupaten Dairi, sehingga anak- anak kita menjadi anak berkualitas dan unggul.
Pentingnya peran orangtua dan tenaga pendidik untuk membentuk generasi penerus yang ada pada diri anak-anak. Orang tua memiliki peranan sebagai contoh untuk menjadikan anak-anak kita menjadi penerus yang baik dimasa yang akan datang.
“Stop kekerasan bagi anak-anak yang dapat menyebabkan rusaknya mental kepercayaan diri anak. Didik lah anak-anak dengan lemah lembut serta kasih sayang,” pesan Kadis P3AP2AKB Dairi dr Nitawati Sitohang.*** (mata)
