Manifesto Dr. M. Sontang Sihotang: Penyembelihan Hewan Qurban Sarana Merevolusi Kesadaran
MEDAN: koranmedan.id
Daging dan darah hewan qurban tidak akan sampai kepada Allah (Alloooh) tetapi ketaqwaan kamulah yang sampai kepada-Nya. (Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37).
“Ayat ini menunjukkan dimensi metafisika tasawuf Idul Adha yang terletak pada perubahan bathin (qolbu) dari keangkuhan/kesombongan manusia menjadi titik kesadaran betapa setiap manusia hanya makhluk terlaknat kecuali hamba itu senantiasa beriman dan bertaqwa hanya kepada Allah SWT semata. Artinya, Penyembelihan hewan qurban yang dibeli di moment Idul Adha harus menjadi sarana merevolusi kesadaran diri menuju peradaban yang lebih bermoral, humanis-harmoni, serta sisi keimanan dan ketaqwaan yang lebih mengakar dan menguat kepada Allah (Alloooh),” ungkap ahli metafisika tasawuf Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si kepada Koranmedan.id, Kamis (28/5/2026).
Dijelaskan Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) yang juga Ketua Jama’iyah Ahlith Thariqoh Almuktabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Sumut itu, moment Idul Adha seharusnya menjadi laboratorium penyembelihan ketamakan dan kerakusan menjadi perubahan pada kepedulian sejati yang penuh keikhlasan semata karena rahmat Allah.
“Bukan besar atau gemuknya hewan qurban yang jadi ukuran, tapi seberapa besar ketulusan seseorang dalam berbagi kepada sesama sehingga dirinya sadar betapa harta yang banyak tidak ada artinya jika tidak digunakan (disedekahkan) di jalan Allah (Alloooh),” pungkas Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.*** (Zulmar)
