Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si sebagai narasumber inovasi “one village one product”.
Membangun Indonesia dari Dusun Berbasis Produk Limbah Berdayaguna
MEDAN: koranmedan.id
Ahli Social Engineering (ilmu rekayasa sosial) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si sebagai anak bangsa terpanggil mengajukan usul dan saran kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar mendorong kemajuan Indonesia dengan memulai pembenahan dari dusun di pedesaan dan lingkungan/RT-RW di perkotaan berbasis produk limbah dengan istilah “one village one product” atau 1 dusun/lingkungan 1 produk unggulan.
“Hal ini penting dilakukan sejalan semangat SDGs atau Sustainable Development Goals, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Ini adalah agenda pembangunan global dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berisi 17 tujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan pada tahun 2030,” cetus Muhammad Sontang Sihotang dalam percakapan dengan Koranmedan.id via selular di Medan, Jumat (21/5/2026).
Menurut Dr. Muhammad Sontang Sihotang, pembenahan dusun dapat diawali dari pemberdayaan Kepala Dusun/Kepala Lingkungan (Kadus/Kepling) sebagai ujung tombak pemerintahan terbawah yang bersentuhan langsung dengan warga.
Setelah Kadus/Kepling terberdayakan dengan baik, selanjutnya giliran warga dimotivasi oleh Kadus/Kepling untuk berinovasi dengan pengolahan limbah menjadi produk unggulan.
“Contoh, jika Dusun/Lingkungan berada di kawasan pesisir pantai, maka produk inovasi yang diolah adalah pemanfaatan kulit kerang/kepah/mentarang atau kulit telur menjadi bubuk kalsium yang dapat dipergunakan untuk terapi kesehatan. Sementara di kawasan dataran tinggi dapat mengolah limbah dedaunan dan ranting pepohonan menjadi arang briket sehat. Jadi tergantung potensi limbah apa yang tersedia di dusun atau lingkungan tersebut,” beber Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.
Siap Dampingi Presiden Prabowo
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) dan Ketua Jama’iyah Ahlith Thariqoh Almuktabaroh An-nahdliyah (JATMAN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapan mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto secara bathiniyah maupun lahiriyah untuk memajukan Indonesia ke depan melalui pemberdayaan Kadus/Kepling berbasis “one village one product”.
Disebutkan Dr. M. Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, Indonesia bisa menjadi negara maju jika Presiden Prabowo didampingi staf ahli atau kabinet yang berilmu pengetahuan tinggi seperti dirinya yang ahli fisika dan ahli metafisika yang mampu melakukan rekayasa sosial (social engineering) guna memberdayakan segenap rakyat Indonesia termasuk para penyandang disabilitas dan korban Narkotika dan Obat Berbahaya (Narkoba).
“Kemauan memajukan Indonesia itu sesungguhnya ada pada diri Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet yang mumpuni seperti Menkeu Purbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan saya pribadi selaku akademisi,” ungkap Dr. M. Sontang Sihotang.
Dipaparkannya lebih jauh, pemberdayaan 7 kelompok rentan dalam penghasilan produk inovasi dengan okupasi terapi kepada difabel, disabilitas (orang kurang upaya), orangtua jompo (otj), pengangguran, remaja putus sekolah (rps), mantan pecandu Narkoba, ibu tunggal (janda), tuna wisma / netra / wicara dll menjadi rintisan awal yang perlu diupayakan pula.
Adapun langkah yang perlu dieksekusi tim tank Presiden Prabowo untuk percepatan memajukan Indonesia adalah dengan melakukan proses pengolahan limbah (sampah) dimulai dari 7 langkah dengan peralatan tradisional. Diawali pengumpulan limbah dengan baskom /ember, pembersihan/ penyucian dengan air, gayung, panci, penjemuran / pengeringan dengan tray atau tikar plastik , garpu kayu.
Selanjutnya penghancuran dengan crusher machine, tumbuk alu, toples , ember. Kemudian pembakaran dengan oven, sangrai, gongseng, kompor gas, penghalusan /penepungan dengan shiever machine, ayakan micro /mesh 50 micron, packaging , pengemasan produk dengan pembotolan, plastik dan labelling serta pemasaran produk /salesmanship.
“Melalui kangkah ini Indonesia akan lebih cepat maju. Karena kaum marjinal selama ini belum diberdayakan secara optimal. Karena itu, Staf Khusus Presiden yang membidangi masalah ini perlu diadakan, dan saya siap menjadi manajerialnya,” pungkas Dr. M. Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.*** (Zulmar)
