Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (paling kanan) foto bersama Direktur Utama PT Indonesia Aluminium Alloy Ricky Gunawan di Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Senin (8/6/2026).
Potensi Limbah BFD PT Inalum Jadi EBT Kenapa Tidak?
Catatan: Zul Anwar Ali Marbun, Wartawan Koranmedan.id
Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si mengatakan, potensi pemanfaatan limbah Baking Filters Dust (BFD) dari sisa pembakaran pabrik peleburan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sangat memungkinkan dikelola menjadi produk Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa arang beriket setelah dicampur dengan arang batok kelapa dan nano kalsium cangkang kulit kerang.
Pernyataan itu diungkapkan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si usai bertemu dengan Direktur Utama PT Indonesia Aluminium Alloy Ricky Gunawan di Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Senin (8/6/2026).
Diketahui PT Indonesia Aluminium Alloy adalah anak perusahaan INALUM yang berkonsentrasi pada pendekatan proaktif untuk tetap menjadi yang terdepan dalam industri aluminium. Dengan memanfaatkan keahlian, kecakapan teknis, dan wawasan mendalam tentang pasar, anak perusahaan INALUM ini senantiasa mengeksplorasi peluang-peluang baru, mengidentifikasi potensi, dan mengembangkan solusi-solusi inovatif yang mampu mendorong perubahan dalam industri aluminium.
Menurut Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, selain dapat diolah menjadi arang briket, BFD juga dapat diolah menjadi alat tangkap gurita bagi nelayan, pelapis jalan raya serta menjadi bahan bangunan dalam bentuk batako.
“Melihat potensi dan keberdayagunaan limbah BFD yang jumlahnya puluhan ton di pabrik peleburan PT Inalum untuk EBT dan bahan penting lainnya, sudah saatnya Pemerintah Republik Indonesia terpanggil melakukan regulasi ulang terkait limbah BFD dikeluarkan dari kategori limbah B3 seperti halnya Faba dari sisa pembakaran pembangkit listrik tenaga batubara dan biomassa,” cetus Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang pernah selama 2 bulan mengikuti program Dosen Berkegiatan Industri di Pabrik Peleburan PT Inalum Kuala Tanjung.
Dengan inovasi limbah BFD menjadi lebih berdayaguna, kata Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, tentu akan mendatangkan keuntungan bagi PT Inalum dan secara lebih luas bermanfaat untuk kebaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.***
