Memahami Peruntukan Sifat Ar Rahman dan Ar Rahim Allah SWT kepada Manusia
Catatan: Zul Anwar Marbun, Wartawan Koranmedan.com.id
Penjelasan detail mengenai Ar-Rahman (المَلكُ الرَّحْمَن) dan Ar-Rahim (الرَّحِيم) berakar dari satu kata dasar yang sama, yaitu Rahmah (kasih sayang). Meskipun berasal dari akar kata yang sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang sangat mendalam dari segi tata bahasa (wazan), cakupan target, serta dimensi waktu penerapannya di alam semesta.Berikut adalah rincian konsep detail perbedaan dan integrasi kedua nama Allah tersebut:1. Ar-Rahman (Maha Pengasih secara Universal)Sifat Ar-Rahman mengikuti pola kata (wazan) Fa’laan (فَعْلَان) dalam bahasa Arab, yang menggambarkan sebuah sifat yang penuh, luas, bergejolak, dan luar biasa besar, namun secara esensi sifatnya bisa dirasakan di dunia saat ini.Cakupan Makhluk: Kasih sayang ini bersifat universal dan mutlak. Allah memberikannya kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali.Target Penerapan: Berlaku bagi orang beriman, orang kafir, pelaku maksiat, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan.Bentuk Nyata di Dunia: Berupa fasilitas kehidupan umum seperti oksigen untuk bernapas, sinar matahari, air hujan, makanan, kesehatan fisik, dan pemenuhan kebutuhan biologis seluruh makhluk.Sifat Waktu: Kasih sayang dalam bentuk pemenuhan materi dan fasilitas duniawi ini akan berakhir di dunia. Di akhirat kelak, sifat Ar-Rahman dalam konteks pemberian nikmat kepada orang kafir tidak berlaku lagi.2. Ar-Rahim (Maha Penyayang secara Spesifik)Sifat Ar-Rahim mengikuti pola kata (wazan) Fa’iil (فَعِيل), yang menunjukkan sebuah sifat yang melekat erat, tetap, berkesinambungan, dan abadi.
Menurut para ulama tafsir, penggabungan kalimat “Ar-Rahman ar-Rahim” (seperti dalam bacaan Basmalah dan Surah Al-Fatihah) menunjukkan kesempurnaan mutlak kasih sayang Allah. Allah tidak hanya memberi modal hidup kepada makhluk-Nya di dunia (Ar-Rahman), tetapi juga menyediakan jalur keselamatan spiritual agar manusia bahagia secara abadi di akhirat (Ar-Rahim).*** (Zulmar)
