Kadis Perindang Kota Tebing Tinggi Dr. Marimbun Marpaung, S.P., M.Si diabadikan bersama Pisang Kepok Keling dan Kripik Pisangnya yang di pajang di Paviliun Pemko Tebing Tinggi di arena PRSU.
Pisang Kepok Keling, Primadona Stand Pemko Tebing Tinggi di PRSU
MEDAN: koranmedan.com.id
Begitu memasuki bagian depan Paviliun Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi di arena PRSU, pengunjung langsung dikejutkan tampilan asli setandan buah Pisang Kepok Keling berukuran Jumbo seberat 60 Kg lebih.
Pisang Kepok Keling tersebut merupakan buah otentik Kota Tebing Tingi dari penangkaran petani di Kelurahan Padang Merbau Kota tersebut.
Menurut Kadis Perindang Kota Tebing Tinggi Dr. Marimbun Marpaung, S.P., M.Si, kepada wartawan Media Center PRSU menyebutkan, Pisang kepok keling merupakan varietas lokal asli Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di samping hasil bumi lainnya.
Satu tandan pisang kepok keling bisa berisikan 16 hingga 18 sisir, dengan jangka waktu kurang lebih satu tahun panen. Di Tebing Tinggi, pisang ini pada umumnya diolah menjadi keripik pisang.
Pisang kepok keling merupakan varietas lokal asli Tebing Tinggi yang sudah ada sejak lama, dan sudah memiliki sertifikat yang telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.
Pisang kepok keling tersebut juga sudah dipamerkan pada pameran di acara Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI yang digelar di Lanud Sutan Syahrir Kota Padang, Sumatera Barat mulai 10-15 Juni 2023.
Menurut ibu Marpaung, petani pisang kepok keling tersebut berada di bawah binaan Dinas Pertanian bernama Jurodi Kristian Panjaitan. Kata Pak Jurodi, dahulu setiap rumah di Padang Merbau ada yang menanam pisang kepok keling, tetapi saat ini petani tidak begitu banyak yang menanam pisang karena pisang sering hilang di ladang sebelum di panen.
Kata ibu Marpaung, di Kota Tebing Tinggi pisang kepok keling pada umumnya diolah menjadi keripik pisang, selain itu juga bisa diolah menjadi kolak, hingga pisang goreng dan sudah diekspor ke luar negeri.*** (Zulmar)
