Drs. Khairul Mahalli (kiri) selaku Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) saat bertemu Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Danantara Dukung Aktivitas Ekspor ASDEKI
JAKARTA: koranmedan.com.id
Guna memacu aktivitas ekspor Indonesia ke dunia internasional, Danantara sebagai induk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berinisiatif menggandeng Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) dengan menjalin kerjasama dalam wujud kolaborasi Danantara Depo Kontainer Indonesia (DDKI).
Kolaborasi tersebut menurut Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Drs. Khairul Mahalli bertujuan untuk membantu melancarkan aktivitas ekspor Indonesia yang lebih kompetitif ke dunia internasional.
“Filosofi utama pembentukan DDKI adalah bentuk kehadiran Negara dalam melancarkan infrastruktur depo peti kemas untuk menjaga efisiensi logistik nasional, meningkatkan kapasitas nasional, menjamin ketersediaan layanan, serta mendorong struktur harga layanan depo yang rasional, transparan, kompetitif, dan berpihak kepada kepentingan perekonomian nasional,” ungkap Khairul Mahalli kepada Koranmedan.com.id melalui sambungan selular dari Jakarta, Kamis (13/8/2026).
sebagaimana diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berfungsi sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional dan super holding bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengoptimalkan kekayaan negara.
Dibentuk di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Danantara dirancang untuk memisahkan fungsi komersial investasi negara dari fungsi regulasi birokrasi, meniru model sukses lembaga investasi dunia seperti Temasek di Singapura.
Adapun fungsi dan peran utama Danantara secara lebih rinci:
1. Konsolidasi dan Pengelolaan Aset BUMN Raksasa
Danantara bertindak sebagai induk holding yang mengonsolidasikan dan mengelola aset dari BUMN-BUMN terbesar di Indonesia. Pada tahap awal, lembaga ini mengelola tujuh BUMN skala besar, yaitu:
Sektor Perbankan: Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Sektor Energi & Infrastruktur: PT Pertamina dan PT PLN.
Sektor Telekomunikasi: PT Telkom Indonesia.
Sektor Pertambangan: MIND ID.
2. Mengubah Dividen Menjadi Investasi Strategis
Sebelum Danantara dibentuk, dividen atau keuntungan dari BUMN langsung masuk ke kas negara sebagai belanja pemerintah di APBN. Di bawah kendali Danantara, dividen tersebut ditahan dan dialokasikan kembali sebagai modal investasi produktif guna menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda bagi negara.
3. Pendanaan Proyek Prioritas Nasional
Danantara berfungsi menyalurkan dana investasi non-APBN ke berbagai proyek strategis yang mendorong transformasi ekonomi jangka panjang. Fokus investasinya meliputi: Program hilirisasi industri, Pembangunan infrastruktur nasional, Ketahanan pangan dan kemandirian energi, serta Substitusi impor dan pengembangan industri digital.
4. Menarik Investasi Asing Direct (Foreign Direct Investment)
Dengan memiliki dana kelolaan yang super jumbo dan dikelola secara profesional, Danantara menjadi pintu gerbang yang kredibel bagi investor global. Lembaga ini memfasilitasi kerjasama antara modal asing dengan proyek-proyek strategis di dalam negeri.
5. Restrukturisasi dan Peningkatan Daya Saing BUMN
Danantara memiliki kewenangan untuk melakukan merger, restrukturisasi, hingga pembentukan anak usaha baru. Tujuannya adalah memangkas inefisiensi birokrasi, meningkatkan profitabilitas, serta mencetak BUMN yang lincah dan mampu bersaing sebagai pemain global.*** (Zulmar)

Drs Khairul Mahalli selaku Ketua Umum ASDEKI mendapat ucapan selamat dari Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hashim S. Djojohadikusumo di sela Konsolidasi Nasional FORMAS di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
