Perkuat Tri Dharma, Magister Administrasi Publik USU dan UGM Gelar Forum Kolaborasi Akademik
YOGYAKARTA: koranmedan.com.id
Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP/MAP) Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar forum diskusi kolaborasi akademik selama tiga hari di Kampus UGM, Yogyakarta, pada 4 hingga 6 Agustus 2026.
Pertemuan ditujukan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meningkatkan tata kelola program studi, serta memacu pencapaian Indikator Kinerja Pelaksana (IKP) kedua universitas.
Dorong Inovasi Kurikulum dan Transformasi Digital
Dalam forum tersebut, kedua pihak berbagi praktik terbaik (best practices) mengenai pengelolaan program studi, utamanya terkait implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Selain itu, strategi peningkatan akreditasi nasional maupun internasional serta sistem penjaminan mutu internal juga menjadi fokus pembahasan utama.
Selain aspek akademik internal, diskusi diarahkan pada respons isu-isu publik terkini.
Para akademisi dari kedua kampus mengeksplorasi inovasi kebijakan publik, reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi publik.
Dongkrak Capaian Indikator Kinerja Utama Kampus
Kegiatan benchmarking secara nyata berkontribusi langsung pada pemenuhan target IKP 3 (Dosen di Luar Kampus) dan IKP 8 (Rasio Kerja Sama Kemitraan) dalam Rencana Strategis (Renstra) Transisi USU.
Keterlibatan aktif dosen USU di luar kampus dalam forum membuka peluang konkret, di antaranya:
Kolaborasi Riset dan Publikasi;
Penjajakan agenda penelitian multidisiplin serta publikasi internasional bersama.
Pertukaran Tenaga Pengajar;
Identifikasi peluang program pertukaran dosen dan dosen tamu (guest lecturer).
Bimbingan Akademik Lintas Institusi;
Peluang kerjasama pembimbingan tesis bagi mahasiswa magister.
Penjajakan Kerjasama Berkelanjutan.
Memasuki hari ketiga, agenda pertemuan difokuskan pada penyusunan rencana kerjasama akademik jangka panjang yang berkelanjutan.
Kedua program studi merumuskan draf naskah kerjasama formal serta menyusun berita acara hasil forum.
Pertemuan menjadi langkah awal strategis untuk menyusun dokumen Memorandum of Agreement (MoA).
Kerjasama diharapkan dapat segera diimplementasikan setelah mendapatll KK kan persetujuan resmi dari otoritas kedua belah pihak.*** (Ril/Zulmar)
