Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut Drs Basarin Yunus Tanjung MSi (dua kiri), Dr. Parlindungan Purba (paling kiri) dan Ir Malik Assalih Harahap ST MM IPM ASEAN Eng foto bersama di sela Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Permudah Mobilitas Masyarakat Parlindungan Purba Apresiasi Proyek BRT Mebidang
MEDAN: koranmedan.com.id
Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Dr. Parlindungan Purba, SH, MM mengapresiasi pelaksanaan Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang (Medan–Binjai–Deli Serdang) sebagai proyek percontohan sistem BRT modern dan laboratorium transformasi transportasi publik pertama di luar Jakarta (DKI Jakarta).
Proyek berskala masif senilai Rp1,9 triliun tersebut didukung pembiayaan internasional dari Bank Dunia serta Agence Française de Développement (AFD) Prancis, dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2027.
Menurut Parlin, keunggulan proyek BRT Mebidang disebut yang pertama karena BRT Mebidang menjadi yang pertama di luar Jakarta mengadopsi standar sistem BRT penuh (seperti Transjakarta).
“Infrastrukturnya mencakup adanya Jalur Khusus (Dedicated Lane) di mana Bus memiliki lajur terpisah yang disterilisasi menggunakan struktur rigid pavement agar terhindar dari kemacetan jalan umum. Haltenya juga terintegrasi di mana pembangunan stasiun dan halte khusus di tengah jalan yang dirancang ramah disabilitas,Lansia, dan ibu hamil,” sebut Parlin sekembali dari Jakarta mengikuti Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Selasa (4/8/2026).
Selain itu, sebut Parlin, dalam operasional nanti diterapkan Sistem Manajemen Digital di mana pengaturan lalu lintas pintar untuk menjamin waktu tunggu bus konsisten (ditargetkan hanya 15 menit).
Selain menjadi Pelopor Transportasi Hijau Berbasis Bus Listrik, jalurnya juga khusus sehingga Kota Medan menorehkan sejarah baru sebagai kota percontohan yang mengoperasikan armada 100% bus listrik untuk sistem BRT, ungkap Parlin.
Dijelaskan Parlin, Pemerintah pusat dan daerah menyiapkan total 273 unit bus listrik yang akan melayani 12 rute strategis di wilayah metropolitan Mebidang. “Keberhasilan proyek di Medan, Binjai dan Deliserdang ini nantinya akan dijadikan cetak biru (blueprint) nasional bagi transformasi transportasi publik di 20 kota besar lainnya di Indonesia,” papar Parlin.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan SSTP MSP melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut, Ir Malik Assalih Harahap ST MM IPM ASEAN Eng kepada wartawan menyebutkan, pada tahap awal BRT Mebidang akan melayani 12 rute, terdiri atas 10 rute di Kota Medan dan dua rute yang menjadi kewenangan Pemprov Sumut bersama Kementerian Perhubungan.
Dua koridor yang dikelola Pemprov Sumut meliputi rute Binjai-Medan-Carrefour dan Lubuk Pakam-Amplas-Simpang Pelangi-Teladan.
“Harapan kita dengan adanya angkutan massal ini akan mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, sekaligus mewujudkan transportasi hijau,” ujar Malik.
Dijelaskan Malik, uji coba perdana akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 menggunakan tiga unit bus listrik yang melayani dua rute awal, yakni Medan-Terminal Lubuk Pakam dan Medan-Terminal Binjai. Selanjutnya, operasional tahap pertama dijadwalkan dimulai pada 8 Desember 2026 dengan 30 unit bus listrik yang melayani dua koridor tersebut.
“Kita berharap masyarakat memanfaatkan BRT sebagai sarana transportasi sehari-hari sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang,” katanya.
Ia menambahkan, mobilitas masyarakat di kawasan Mebidang saat ini masih didominasi kendaraan pribadi yang menjadi penyebab utama kemacetan dan meningkatnya polusi udara.
“Target kita, 60 hingga 80 persen pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke angkutan umum BRT berbasis bus listrik,” tegas Malik.
Seluruh armada yang dioperasikan merupakan bus listrik murni, sejalan dengan komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong transportasi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Untuk pembiayaan operasional, sebut Malik, pemerintah akan menerapkan skema subsidi bersama antara Pemprov Sumut dengan Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.
Malik juga mengungkapkan, setelah seluruh infrastruktur selesai dibangun pada 2027, pengelolaan BRT Mebidang akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus. Saat ini, konsultan pendamping untuk dua koridor kewenangan Pemprov Sumut adalah PT Surveyor Indonesia, sementara operator akan menggunakan skema Buy The Service (BTS).
Malik optimistis BRT Mebidang akan menjadi model transportasi massal modern di luar Jakarta, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aksesibilitas, berkembangnya aktivitas UMKM di sekitar halte, serta penurunan biaya transportasi masyarakat.
“Dari sisi lingkungan, pengurangan emisi karbon diperkirakan mencapai puluhan ribu ton CO₂ setiap tahun seiring peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal berbasis listrik,” ungkap Malik.*** (Zulmar)
