Kadis SDA Provsu Ir. Gibson Panjaitan, ST beserta staf saat menggelar Konferensi Pers dengan Wartawan Unit Pemprovsu di Anjungan Dekranasda lantai 1 Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro 30 Medan, Rabu (26/8/2026).
Terkait Pemanfaatan Bendungan Lau Simeme, BWS Sumatera II Tetap Berkoordinasi dengan Dinas SDA Sumut
MEDAN: koranmedan.com.id
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara Irm Gibson Panjaitan, ST mengakui pihaknya tetap dilibatkan terkait pemanfaatan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
“Kita tetap dilibatkan BWS Sumatera II dalam tahapan pemanfaatan Bendungan Lau Simeme yang kini dalam tahapan penggenangan air pada bendungan,” ungkap Gibson Panjaitan kepada Koranmedan.com.id usai menggelar Konferensi Pers dengan Wartawan Unit Pemprovsu di Anjungan Dekranasda lantai 1 Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro 30 Medan, Rabu (26/8/2026).
Sebagaimana diketahui, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II memulai proses penggenangan awal (initial impounding) Bendungan Lau Simeme pada 19 Agustus 2026, yang menjadi tahapan krusial sebelum bendungan dapat beralih ke status operasional penuh.
Bendungan multifungsi Lau Simemei telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2024, namun ketika itu masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan fisik.
Adapun tahapan Penggenangan (Impounding) dilakukan setelah penyelesaian fasilitas jembatan untuk desa terdampak.
Kemudian BWS Sumatera II melaksanakan penggenangan mulai 19 Agustus 2026. Di mana proses pengisian volume air waduk merupakan masa uji coba krusial sebelum operasional penuh dilakukan.
Keterangan dihimpun Koranmedan.com.id, manfaat utama saat Bendungan Lau Simeme beroperasi penuh setelah seluruh volume waduk terisi optimal dan operasional berjalan penuh, manfaat multiguna mencakup
Pengendali Banjir yakni mampu mereduksi debit banjir hingga 117 m³/detik di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang menggunakan sistem kanal Deli-Percut.
Selanjutnya untuk penyediaan Air Baku yang menyuplai kebutuhan air bersih berskala besar bagi masyarakat Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
Untuk sektor lain bermanfaat untuk penyediaan suplay air untuk irigasi pertanian (seperti Bendung Bandar Sidoras), potensi energi listrik mikrohidro, hingga pengembangan pariwisata daerah.
Soal Dampak
Mengenai peta dampak debit air ke hilir selama proses penggenangan awal (initial impounding) Bendungan Lau Simeme, keterangan dihimpun Koranmedan.com.id, berfokus pada penyesuaian aliran air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Percut dan Sungai Deli.
Saat pintu pengelak (diversion tunnel) ditutup untuk mengisi waduk, pola debit air ke wilayah hilir mengalami perubahan teknis yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan BWS Sumatera II memetakan sebaran dampak hilir tersebut ke dalam beberapa aspek utama:
IZona Penurunan Debit Air Sementara (Masa Penggenangan)
Selama fase pengisian waduk, aliran air yang mengalir ke hilir akan dikurangi secara terkontrol untuk memaksimalkan volume tampungan.
Cakupan Wilayah
Aliran sungai yang melewati Kecamatan Sibiru-biru, Patumbak, hingga area irigasi di Deliserdang.
Dampak Sektoral
Pasokan air ke daerah irigasi hilir seperti Bendung Bandar Sidoras akan berkurang sementara waktu. Petani diimbau menyesuaikan pola tanam karena penurunan volume sedimen dan debit air.
Imbauan Keamanan
Warga dilarang beraktivitas di bantaran sungai karena penyesuaian debit dapat memicu fluktuasi arus yang tidak menentu secara mendadak.
Zona Reduksi Banjir Terpeta (Pasca-Operasional)
Setelah waduk terisi penuh dan sistem kanal Deli-Percut berfungsi, peta hidrologi hilir akan bergeser menjadi zona aman banjir pada cakupan wilayah Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, serta beberapa titik rawan di Kabupaten Deliserdang.
Dampak Positif Bendungan Lau Simeme
Mampu menahan dan mereduksi debit puncak banjir limpasan hulu hingga 117 m³/detik, menstabilkan tinggi muka air hilir saat curah hujan tinggi di pegunungan.
Zona Integrasi Air Baku dan Utilitas
Peta pemanfaatan debit hilir juga mencakup titik pengambilan (intake) infrastruktur publik mencakup:
Suplai Air Bersih
Aliran hilir yang terjaga kontinuitasnya dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Tirta Deli dan PDAM Tirtanadi untuk menyuplai 3.000 liter/detik air baku.
Aliran Penggelontoran
BWS Sumatera II tetap menjaga aliran pemeliharaan sungai (maintenance flow) minimal sebesar 10% dari debit rata-rata (sekitar 0,5 m³/detik) untuk menjaga ekosistem hilir agar tidak kering total.*** (Zulmar)
