Foto bersama sejumlah alumni Jepang ASEAN usai Konferensi JAMECA/MAJECA.
ASCOJA Gelar Reuni Usai Konferensi JAMECA/MAJECA
KUALA LUMPUR: koranmedan.com.id
ASCOJA, ASEAN Council of Japan Alumni (Dewan Alumni Jepang se-ASEAN) usai pelaksanaan Konferensi JAMECA/MAJECA berkesempatan menggelar reuni setelah lama tidak saling bertemu.
Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) yang juga Dewan Pakar Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Drs. Khairul Mahalli sebagai salah seorang alumni Jepang ASEAN terlibat langsung dalam jalinan kekerabatan itu.
“Ini adalah sebuah organisasi regional yang mewadahi asosiasi alumni atau mantan mahasiswa, ilmuwan, dan peserta pelatihan dari negara-negara ASEAN yang pernah menempuh pendidikan di Jepang. Organisasi ini didirikan pada 11 Juni 1977 atas inisiatif mantan Perdana Menteri Jepang Takeo Fukuda guna mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama antara Jepang dan Asia Tenggara,” ungkap Mahalli kepada Koranmedan.com.id melalui sambungan selular, Kamis (3/9/2026).
Diketahui, setiap negara di ASEAN memiliki satu perwakilan asosiasi alumni nasional yang bernaung di bawah ASCOJA. Di antaranya adalah:
Indonesia: PERSADA (Perhimpunan Alumni Dari Jepang)
Malaysia: JAGAM (Japan Graduates Association of Malaysia)
Singapura: JUGAS (Japan University Graduates Association of Singapore)
Thailand: OJSAT (Old Japan Students Association of Thailand)
Filipina: PHILFEJA (Philippine Federation of Japan Alumni)
(Termasuk asosiasi serupa dari Brunei, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Laos).
Fungsi dan Kegiatan Utama
Menjadi jembatan kerjasama (Hubungan Jepang-ASEAN) sekaligus menjadi saluran utama bagi program pertukaran budaya, pendidikan, dan penyebaran literasi bahasa Jepang di Asia Tenggara.
Berkolaborasi dengan mitra mereka di Jepang (ASJA International), ASCOJA menjadi jalur khusus untuk menyeleksi dan memberikan rekomendasi bagi mahasiswa ASEAN yang ingin mendapatkan beasiswa bergengsi Pemerintah Jepang (MEXT Scholarship).
Selain itu ASCOJA memfasilitasi jaringan profesional dan layanan bernilai bagi perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di wilayah ASEAN. Juga kerap mengadakan konferensi tahunan atau simposium untuk membahas isu strategis digitalisasi maupun ekonomi regional.
“ASCOJA berperan penting dalam penguatan Hubungan ASEAN–Jepang mulai dari pondasi Alumni hingga kemitraan ekonomi strategis,” ungkap Mahalli.
Hubungan persahabatan dan kerjasama antara negara-negara ASEAN dan Jepang, papar Mahalli, telah terbangun landasan jaringan SDM yang kuat serta kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
“Di tingkat jejaring alumni dan kebudayaan, ASEAN Council of Japan Alumni (ASCOJA) menjadi wadah pemersatu bagi para alumni dan lulusan perguruan tinggi Jepang di seluruh negara anggota ASEAN, seperti PERSADA di Indonesia dan JAGAM di Malaysia. Bersama dengan ASJA International yang dibentuk di Jepang pada tahun 2000, jejaring ini terus mempererat pertukaran budaya, pendidikan, serta peran alumni sebagai jembatan penghubung (bridge) yang melahirkan para pemimpin masa depan.
“Pondasi hubungan antar-individu yang erat tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kerjasama ekonomi di kawasan. Sebagaimana tercermin dalam Konferensi Bersama MAJECA-JAMECA ke-43 di Kuala Lumpur, perdagangan bilateral antara Malaysia dan Jepang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 11,8% mencapai US$23,3 miliar pada tujuh bulan pertama tahun 2026. Menurut Menteri Investasi Perdagangan dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, kerjasama tidak hanya memperkuat rantai pasok lokal dan transfer teknologi, tetapi juga mendorong transformasi pada sektor energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga industri semikonduktor.
“Sinergi antara penguatan jejaring alumni (seperti ASCOJA) dan kemitraan ekonomi riil ini membuktikan bahwa investasi pada sumber daya manusia dan kerja sama strategis adalah kunci utama dalam mewujudkan stabilitas, pertumbuhan teknologi, dan kesejahteraan bersama di kawasan ASEAN dan Jepang,” pungkas Mahalli.*** (Zulmar)
