LANGKAT – koranmedan.id
Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti meminta seluruh unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai bencana menjadi lebih besar. Langkah antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus kita lakukan bersama-sama,” tegas Tiorita saat memimpin Rapat Forkopimda Langkat Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (8/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Sekda Langkat Amril memaparkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana per 8 September 2026. Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, Tanjung Pura, Batang Serangan, Hinai, Sei Lepan dan Besitang. Sementara longsor terjadi di Sei Bingai dan Salapian.
Banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari yang meningkatkan debit sungai hingga menggenangi sejumlah permukiman warga.
Pemkab Langkat telah menyalurkan bantuan sembako, menyediakan perahu fiber untuk mobilitas dan evakuasi warga, menyalurkan 15 unit geobag di Tanjung Pura, serta menyiagakan perahu karet, mobil tangki air dan perlengkapan darurat. Posko Pusdalops BPBD juga tetap bersiaga 24 jam.
Tiorita meminta BPBD dan perangkat daerah memperkuat pemantauan wilayah rawan, memastikan sistem peringatan dini berjalan cepat, serta menjamin kesiapan personel, peralatan evakuasi, posko, tempat pengungsian, pangan dan obat-obatan.
Camat serta kepala desa/lurah diminta memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sementara TNI-Polri diharapkan terus bersinergi dalam pengamanan, evakuasi dan pengaturan lalu lintas di wilayah terdampak.
Untuk penanganan longsor, Pemkab Langkat akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna mengerahkan alat berat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, angin kencang, longsor dan gelombang pasang, serta melaporkan kejadian melalui aparat setempat, Call Center 112 atau Pusdalops BPBD Langkat di nomor 0811 6571 117.
Dalam rapat, Kajari Langkat Asbach mengingatkan penanganan bencana agar turut memperhatikan kondisi sosial masyarakat terdampak. Sementara Kasdim 0203/Langkat Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara menyatakan kesiapan TNI membantu perbaikan tanggul melalui gotong royong.
Menutup rapat, Tiorita menegaskan penanganan cuaca ekstrem membutuhkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Saya berharap rapat ini menghasilkan langkah konkret, pembagian tugas yang jelas, mekanisme koordinasi yang cepat, serta tindak lanjut yang dapat langsung dilaksanakan di lapangan,” ujarnya.(*)
Editor: Eddy Syahputra
