Sekretaris Jenderal Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Drs. Khairul Mahalli saat menyampaikan pengantar pembuka pada Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum di Auditorium RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.
FORMAS Siap Hubungkan Pengusaha Indonesia dengan Investor Tiongkok
JAKARTA: koranmedan.com.id
FORMAS siap membantu pengusaha Indonesia berhubungan atau berkolaborasi dengan investor Tiongkok, termasuk menghadapi kendala birokrasi.
Kolaborasi Indonesia-Tiongkok diharapkan membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, FORMAS akan senantiasa mendorong kerjasama investasi sekaligus pertukaran pengetahuan untuk menghadapi berbagai tantangan Indonesia ke depan.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Drs. Khairul Mahalli di sela Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum di Auditorium RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Langkah tersebut diupayakan FORMAS untuk mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak keluhan dari para pengusaha bahwa nanti bagaimana birokrasi di Indonesia dan sebagainya. FORMAS akan membantu itu,” tegas Mahalli.
Senada, Ketua Umum FORMAS
Handojo mengatakan, FORMAS ingin menjadi penghubung bagi pengusaha Indonesia yang memiliki rencana berkolaborasi dengan investor Tiongkok. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu proses kerja sama bisnis berjalan lebih lancar.
Sejalan dengan FORMAS, BSPIA juga ikut mendorong ribuan perusahaan teknologi keamanan dan AI Tiongkok untuk datang ke Indonesia.
“FORMAS dan BSPIA nanti akan meminta para pengusaha dari Indonesia yang ingin benar-benar berkolaborasi secepatnya mendatangkan teman-teman dari Tiongkok. Itu kita bantu semuanya untuk menyelenggarakan bisnis ini naik,” sebut Handojo
Menurut Handojo, masuknya investor Tiongkok perlu disambut melalui kolaborasi dengan pengusaha Indonesia. Ia menilai kerjasama tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Handojo mengatakan, peluang kolaborasi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Ia menyinggung kebutuhan untuk saling belajar dan bekerjasama dalam menghadapi potensi bencana.*** (Zulmar)
