Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan beserta staf saat Konferensi Pers terkait BRT Mebidang. Konferensi Pers difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut yang berlangsung di Anjungan Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro 30 Medan, Jumat (25/9/2026).
Pemprov Sumut Siapkan Pembayaran Nontunai Sekali Bayar untuk Penumpang BRT Mebidang dan Bus Perintis di 5 Kabupaten
MEDAN: koranmedan.com.id
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan sistem pembayaran nontunai sekali bayar bagi penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang). Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas, menghemat biaya perjalanan masyarakat, sekaligus memodernisasi tata kelola transportasi di kawasan Mebidang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan pada Konferensi Pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Anjungan Dekranasda Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro 30 Medan, Jumat (25/9/2026).
Yuda menyampaikan, BRT Mebidang dijadwalkan beroperasi penuh mulai 8 Desember 2026. Sejak diluncurkan Gibsu pada Agustus 2026 di Stasiun Terminal Lubukpakam, hingga saat ini layanan BRT Mebidang masih dalam tahap uji coba sehingga jumlah bus yang beroperasi masih terbatas. “Pada tanggl 8 Desember seluruh bus dengan jumlah 30 unit akan hadir di Sumut dan sudah bisa melayani masyarakat di Mebidang,” ucapnya.
BRT Mebidang merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemprov Sumut yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Proyek tersebut menghadirkan transportasi massal berbasis bus listrik untuk kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang, dengan tujuan mengurangi kemacetan dan polusi sekaligus menyediakan layanan transportasi umum yang modern dan ramah lingkungan.
Dari 30 bus yang disiapkan, sebanyak 14 unit akan melayani Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit disiapkan sebagai armada cadangan.
Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Yuda mengatakan, Pemprov Sumut juga menyiapkan metode pembayaran menggunakan sistem nontunai (cashless), seperti Kartu Uang Elektronik (KUE) dan QRIS (Scan & Tap). Melalui sistem pembayaran terintegrasi tersebut, penumpang cukup melakukan satu kali tap kartu atau memindai kode nontunai untuk satu perjalanan, meskipun harus transit atau berganti koridor maupun armada bus.
“Contohnya kita dari Pakam sampai ke Amplas atau on-corridor yanga ada di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi. Cukup sekali bayar, setelah itu nunggu bus selanjutnya ke Pos Blok maka tidak akan bayar lagi selama tidak keluar dari koridor. Itu rencana kita supaya tidak membenai masyarakat,” terangnya.
Selain sistem pembayaran terintegrasi, Yuda juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur halte pada koridor utama (on-corridor) yang terus dilakukan secara bertahap di sepanjang jalan utama Kota Medan. Pembangunan fasilitas publik tersebut diharapkan semakin mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi dan mendorong terwujudnya sistem transportasi Sumut yang lebih modern.
Di sisi lain Kadishub Sumut juga menjelaskan terkait keberadaan bus perintis gratis khusus.untuk Pelajar di 5 Kabupaten.
Dijelaskan, Dishub Sumatera Utara juga menyiapkan 33 unit bus perintis pada 2026 ini yang akan beroperasi di lima kabupaten. Layanan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP), sekaligus memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar.
“Program bus perintis ini merupakan program strategis daerah (PSD) yang dicanangkan bapak Gubernur Sumut tujuannya untuk membantu masyarakat, terutatama pelajar di daerah tertinggal yang jauh jarak domisilinya dari sekolah, kita berikan transportasi gratis untuk datang dan pulang dari sekolah,” ungkap Yuda Pratiwi.
Yuda menjelaskan, pelayanan bus perintis diprioritaskan untuk 18 kabupaten/kota di Sumut yang dinilai masih berada di wilayah terpencil dan di bawah garis kemiskinan. Namun, pada 2026 layanan tersebut difokuskan pada lima kabupaten, yakni Nias Utara, Samosir, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Asahan.
“Daerah yang menjadi prioritas ini didasarkan dari kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), dari 33 kabupaten/kota ada 18 daerah yang dinilai tertinggal di Sumut dan tahun ini kami fokuskan untuk lima kabupaten dulu,” katanya.
Program bus perintis tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 2027, operasional akan dilanjutkan di 10 daerah, kemudian 15 daerah pada 2028, dan pada 2029–2030 layanan ditargetkan menjangkau 18 daerah. Dengan tahapan tersebut, seluruh wilayah yang menjadi prioritas akan mendapat layanan bus perintis.
Untuk 2026, masing-masing Samosir, Padang Lawas Utara, Batubara, dan Asahan akan mendapat enam unit bus perintis. Sementara Nias Utara mendapat sembilan unit bus.
“Bus yang beroperasi di Asahan, Batubara, Padang Lawas Utara jenisnya bus Hiace, untuk Samosir bus Elf kecuali Nias Utara karena di sana tidak punya angkutan transportasi yang eksisting maka menggunakan mobil Carry,” kata Yuda.
Untuk mendukung program tersebut, setiap kabupaten dialokasikan anggaran Rp600 juta selama satu tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk membeli layanan bus perintis dengan jarak pelayanan hingga 60 Km per hari yang operasionalnya dilaksanakan bekerjasama dengan operator transportasi daerah atau pihak ketiga.
“Untuk program bus perintis ini, kita tidak menyewa atau membeli busnya, kita hanya membeli pelayanannya bekerjasama dengan operator, sama sistemnya seperti BRT, dalam sehari pelayanannya 60 Km,” jelas Yuda.
Peluncuran program bus perintis tersebut direncanakan paling cepat pada pekan depan dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
“Rencana akan kita launching paling cepat pekan depan di Asahan. Mudah-mudahan program ini bisa membantu pelajar yang selama ini mengalami kendala untuk menjangkau transportasi dari rumah ke sekolah,” kata Yuda.*** (Zulmar)
