Kemendes PDTT Susun Proyeksi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2022-2045
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDTT Dr. Ivanovich Agusta, SP, M.Si.
JAKARTA: koranmedan.com
Menjelang perumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2025-2045, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyusun proyeksi perkembangan kondisi desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi dari 2022 sampai 2045.
“Proyeksi dilaksanakan secara alamiah, berdasarkan data rinci yang telah dimiliki Kementerian Desa PDTT tiga sampai 10 tahun sebelumnya, tidak saja mencakup strategi percepatan pembangunan. Tapi juga bagaimana mencapai tujuan agar diketahui masalah maupun keberlanjutan keunggulan pembangunan desa secara riil. Dari sini segera dilahirkan kebijakan strategis desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi jangka panjang dan jangka menengah yang lebih reliabel untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDTT Dr. Ivanovich Agusta, SP, M.Si pada Webinar Bulanan BPI Episode Mei 2022 dari Kantor Kemendes PDTT Jakarta, Senin (23/5/2022).
Dengan laju pembangunan sebagaimana satu dekade terakhir, sebut Kepala BPI, diproyeksikan jumlah warga yang tinggal di desa (bukan kelurahan) 224 juta jiwa pada 2022, dan terus meningkat menjadi 460 juta jiwa pada tahun 2045.
Kemudian tekanan moratorium pembentukan desa baru, lanjut Kepala BPI, membuat jumlah desa 74.962 pada 2022 tertahan hanya meningkat menjadi 77.182 pada 2045.
Sementara pada 2024 akan melaju 52.106 desa mandiri, termasuk 3.450 desa mandiri di daerah tertinggal, 1.007 desa mandiri di Kawasan transmigrasi, serta 467 desa mandiri di Kawasan perdesaan prioritas nasional.
Selanjutnya kata Kepala BPI, BUM Desa akan berdiri di seluruh desa mulai 2028, listrik merata ke seluruh desa mulai 2030, jalan aspal mendominasi seluruh desa mulai 2032.
Selain itu, pendapatan warga desa akan naik dari Rp 1.057.844/kapita/bulan menjadi Rp 2.412.901/kapita/bulan.
Sedangkan total APB Desa, kata Kepala BPI, akan naik dari Rp 141 triliun pada 2022 menjadi Rp 381 triliun pada 2045.
Begitu jugan dengan ekonomi online di desa, sebut Kepala BPI, internet sudah akan terpenuhi ke seluruh desa pada 2022, namun jasa ekspedisi baru akan mencapai 70.171 desa pada 2045.
“Sebenarnya banyak lagi dimensi-dimensi proyeksi lainnya yang disampaikan dan perlu diketahui oleh para Kepala Desa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan,” sebut Kepala BPI Kemendes PDTT Dr. Ivanovich Agusta SP, M.Si.
Selain Kepala BPI, turut serta sebagai nara sumber pada Webiner tersebut Koordinator Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Tertinggal (DT) Dr. Ramli, SPd, MPd, Kepala Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan DT Dra. Endang Supriyani, MM, dan Koordinator Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa Nurhayadi, SP, M.Si.*** (Zul Marbun)
